Kamis, 28 Agustus 2014
scalable image
   HOME   PRODUK PERUNDANGAN   PROFIL      KONTAK KAMI    GALERI   LINK TERKAIT    SITEMAP   






Haji Disoslialisasikan Kamenag Lima Puluh Kota

Foto

Gusman Piliang Sosialisasikan Masalah Haji
Pelayanan Haji Diatur Melalui Siskohat
Lima Puluh Kota, Humas
Pemberangkatan calon jemaah haji Indonesia keberangkatannya bersifat lebih awal dan belakangan, tekhnisnya diatur melalui sistem komputerisasi haji terpadu (Sikohat). l Alat itu on line antara tujuh Bank Penerima Setoran- Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) dengan Kemenag RI. Artinya, para CJH yang mendaftar lebih dulu, itulah yang akan diberangkatkan lebih awal pula. Sedangkan yang mendaftar kemudian pelayanannya tetap menurut nomor antrian.
Sebagian orang yang mengatakan, ketika ditahun berjalan mendaftar kemudian diberangkatkan tahun itu juga, hal itu jelas tidak logis. Dan itu semua hanyalah bersifat isu dan diragukan kebenarannya. Apalagi, ada yang menyatakan, kalau ada yang gagal berangkat selanjutnya bisa digantikan oleh orang lain atau saudaranya, hal itu pun juga tidak tepat. Yang pasti, pemerintah melayani calon jemaah haji selalu berdasarkan nomor antrian.
Pernyataan tersebut disampaikan Kakan. Kemenag Kabupaten Lima Puluh Kota, Drs.H. Gusman Piliang, MM, ketika melakukan sosialisasi proses pelayanan haji di lingkungan Kantor Polres Lima Puluh Kota yang melibatkan 100 orang peserta dari pihak Polri dan bhayangkara, Rabu (16/3) di aula Polres setempat. Hadir dalam acara tersebut Wakaplores Kompol. H. Emrizal Anas.
Menurut Gusman Piliang, pemahaman masalah perhajian ini kita memang perlu memberikan pemahaman yang dibuat berdasarkan aturan dan undang-undang. Dampak positifnya, setiap anggota masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji tidak dengan gampang saja menerima informasi-informasi yang masih belum jelas. Proses dipercepat menunaikan ibadah haji atau dapat diganti oleh keluarga atau ahli warisnya, rasanya hal itu juga perlu dipahami oleh masyarakat kita,’’sambung Kakan. Kemenag.
Selain di jajaran Polres tambah Gusman Piliang, sosialisasi yang sama telah pula diberikan melalui tenaga pendidik di SD/SLTP/SLTA di Kabupaten Lima Puluh Kota. Haslinya pun kelak disampaikan kepada tetangga sekitar pelajar dan majelis di sekitar tempat tinggalnya.
“”Sosialisasi ini sengaja kita lakukan sebagai terobosan dan ide baru. Selama ini, sebagian anggota masyarakat terlalu susah mencari informasi ke kantor kita. Secara bertahap masalah it terus diatasi. Sistem jemput bola dinilai salah satu sarana yang efektif bagi calon jemaah haji.
Khusus CJH yang masuk daftar tunggu saat ini jumlahnya telah mencapai 2.450 orang dan harus antri hingga tahun 2019. Sedangkan yang akan berangkat tahun 2011 mencapai 312 orang. Untuk kelancaran ibadahnya ditanah suci, para CJH itu telah pula mengikuti manasik haji yang dikerjasamakan antara Kemenag dengan IPHI setempat,’’kata Gusman. (Nal)
Tek foto
H. Gusman Piliang, MM

Diupload oleh Afrinal SSos (-) dalam kategori Berita Daerah pada tanggal 16-03-2011 14:26

Berita Terkait
©2008 Kementerian Agama Republik Indonesia Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan
Halaman ini diproses dalam waktu 0.011068 detik